Rabu, 19 April 2017

bagaimana Pembibitan


  Ternak yang dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. ternak sehat dan tidak cacat pada fisiknya
b. pertumbuhan dan perkembangannya normal
c. ternak berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya.
d. tidak ada lekatan tinja di duburnya.


Pemilihan Bibit dan Calon Induk
  Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/ DOC (Day Old Chicken)/ ayam umur sehari:
a. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.
b. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .
c. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
d. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
e. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
f. Tidak ada letakan tinja diduburnya.
Sementara untuk pemberian minum disesuaikan dengan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:
a. Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah
sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.

b. Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
Pemilihan dan Penanganan Bibit (DOC)
Mengingat tujuan pemeliharaan ayam pedaging adalah untuk memproduksi daging maka factor yang harus diperhatikan dalam menentukan bangsa ayam pedaging antara lain :
1. Sifat dan kualitas daging yang dihasilkan.
2. Laju pertumbuhan bobot badan selama pertumbuhan.
3. Konversi pakan.
4. Bebas kanibalisme.
5. Daya hidup tinggi.
6. Daya pembentukan karkas cepat.
7. Temperaman lamban.
Bibit yang baru tiba, dilakukan penanganan dimulai dari :
1.    Penimbangan.
Penimbangan bibit dilakukan untuk mengetahui rata-rata bobot DOC, DOC yang baik memiliki bobot rata-rata lebih dari 40 gram. Langkah dalam menimbang DOC dapat dilakukan dengan cara menimbang DOC dalam boks  dikurangi boks kosong kemudian dibagi dengan jumlah DOC dalam boks  tersebut, untuk lebioh jelasnya dapat dilihat rumus dibawah ini :
Berat Keseluruhan – Berat Box  = Rata-Rata DOC
               Jumlah DOC
2.    Seleksi  bibit.
Bibit yang bagus/unggul yaitu bibit yang dapat tumbuh dengan baik, tahan terhadap cuaca dan penyakit serta dapat mengkonvensi pakan dengan baik.
Ciri-ciri DOC yang berkualitas adalah sebagai berikut :
-       Bebas dari penyakit terutama pullorum, omphalitis, dan jamur.
-       DOC terlihat aktif.
-       Kakinya besar dan basah seperti berminyak.
-       Bulu cerah dan penuh.
-       Pantatnya tidak kotor atau tidak terdapat pasta putih.
-       Berat tidak kurang dari 40 gram (tergantung dari strain ayamnya).
3.    Pengontrolan  suhu brooding.
Pemanas  yang menggunakan batu bara pengontrolan suhu dilakukan selama 4 jam sekali dan menambah batu bara agar tetap hidup. Temperature yang diperlukan DOC bisa diukur menggunakan thermometer yang diletakkan sekitar 5 cm diatas permukaan sekam.
Tabel 1. Keperluan Temperature Untuk DOC.
Umur (hari)
Temperatur (˚C)
0 – 3
32 – 35
4 – 7
29 – 34
8 – 14
27 – 31
15 – 21
25 – 27
Sumber : Manajemen Guide, 2003
Mengontrol temperature kandang bisa dilakukan dengan cara memperhatikan tingkah laku DOC sebagai berikut :
1.  DOC menjauh dari pemanas, berarti temperature terlalu panas.
2.  DOC mendekati pemanas, berarti temperature terlalu dingin.
3.  DOC aktif dan menyebar , berarti temperature ideal.
4. DOC berada dalam satu sisi dan bergerombol, ada embusan angin yang masuk dari satu arah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar