Rabu, 19 April 2017

Sejarah Ayam Broiler di Indonesia




Ayam broiler merupakan salah satu unggas penghasil daging yang sangat popular di masyarakat Indonesia karena usaha peternakan broiler masih merupakan sector kegiatan yang paling cepat dan paling efesien untuk memenuhi kebutuhan daging bagi masyarakat. Permintaan daging khususnya daging ayam broiler masih tinggi dan ternyata berbanding lurus dengan jumlah penduduk Indonesia. Daging ayam broiler merupakan sumber protein hewani yang sangat mudah didapat, harganya relative murah dan pengguanaan daging broiler tidak dibatasi oleh kultur social, budaya, dan agama.
Pemasaran merupakan tahap akhir setelah masa pemeliharaan ayam broiler. Pemasaran ayam broiler pada dasarnya bisa dilakukan dengan mudah karena jumlah permintaan yang  tinggi dengan harga yang tergolong tinggi, namun produksinya masih terbatas. Ayam broiler dapat dijual dalam bentuk hidup atau sudah dipotong (karkas), rumah tangga, pengepul ayam, pasar tradisional, warung, supermarket, bahkan hotel berbintang yang membutuhkan pasokan ayam broiler ini.
Permasalahan utama dari usaha ayam broiler adalah penghasilan atau keuntungan peternak yang tergantung dari harga yang ditawarkan oleh pengepul dan juga ketidakpastian yang tinggi. Ada kecenderungan  terjadinya fluktasi harga yang disebabkan oleh banyak hal. Diantaranya  adalah perayaan hari-hari besar, wabah penyakit unggas serta adanya kondisi musim yang sulit diprediksikan, sehingga berpengaruh terhadap tingkat penawaran dan permintaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar